AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Thu, 19 September 2019 - 18:04:02
Random News
Mumpung lagi musim hujan, karena hampir tiap hari turun hujan. Banyak anak-anak kecil bahkan orang d ... Read More »
Published: Mon, 28 Mar 2016 - 22:31:10
Category: Gaya Hidup
By: AnekaNews.net
Hits: 2/14795
Comments: 0/0
Dampak Buruk Acara Televisi Pada Anak

Dampak Buruk Acara Televisi Pada Anak - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Dampak Buruk Acara Televisi Pada Anak

Ada seorang anak kecil, usianya masih tiga tahunan, duduk berjam-jam di depan televisi. Tangannya memegang toples yang berisi camilan. Ia tampak tenang dan diam.

Namun apa yang ia tonton? Ternyata jam tayangan kartun telah usai. Berganti dengan tayangan hiburan musik yang sesekali diisi dengan candaan tak bermutu. Pun anak itu mulai gonta ganti channel. Menonton sinetron yang penuh drama picisan di stasiun lain. Anak itu diam. Khusyuk. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia sedang menikmati di dikte oleh kotak ajaib yang bernama televisi.

Pemandangan seperti itu jamak kita dapati. Selagi ibu memasak di dapur, agar anak diam dan tenang, tak jarang kebanyakan orang tua menyetelkan televisi untuk anak-anaknya.

Tahukah Anda, bahwa ternyata televisi lebih banyak membawa dampak buruk bagi anak?

Fauzil Adhim, pakar parenting, menyatakan bahwa tidak ada stasiun TV yang mengudarakan acara yang benar-benar mengaktifkan otak anak, dan menggugah anak terlibat dalam proses berfikir. TV justru menyedot perhatian anak yang dalam jangka panjang bisa mempasifkan otaknya. Belum lagi soal content (isi). Film-film yang ditayangkan maupun iklan pariwaranya sebagian besar tidak layak untuk dikonsumsi anak.

Lebih lanjut ia berkata bahwa, menurut ahli-ahli psikiatri Amerika Serikat, tayangan TV yang sering disaksikan anak adalah tayangan-tayangan yang tidak dikemas untuk anak, sehingga banyak menonton TV menyebabkan anak otaknya pasif dan cenderung tidak suka berpikir. Dan jika anak tidak suka berpikir, maka anak cenderung tidak mampu mengkomunikasikan perasaannya dengan baik. Dan itu berarti menambah kesulitan kita dalam mendidik anak.

Ada banyak persoalan yang muncul gara-gara televisi. Kotak ajaib ini memang amat menarik perhatian anak. Ia bisa menampilkan gambar dan suara. Sebenarnya tidak ada yang keliru bila tayangan itu memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak, hanya saja di Indonesia televisi kita lebih banyak menampilkan tayangan dan iklan yang tidak mendidik daripa tayangan yang edukatif. Inilah problemnya!

Mengutip penelitian yang dilakukan oleh Reza Hernawati (2011) televisi telah mengubah cara berpikir anak. Anak-anak yang terlalu banyak menonton televisi biasanya akan tumbuh menjadi sosok yang sulit berkonsentrasi dan kurang perhatian pada lingkungan sekitar. Mereka hanya terpaku pada televisi. Anak-anak lebih bersifat pasif dalam berinteraksi dengan TV, bahkan seringkali mereka terhanyut dalam dramatisasi terhadap tayangan yang ada di televisi.

Disatu sisi TV menjadi sarana sebagai media informasi, hiburan bahkan bisa sebagai kemajuan kehidupan, namun disisi lain TV dapat menularkan efek yang buruk bagi sikap, pola pikir, perilaku anak.
Jadi, Anda, masihkah anak akan terus dijejali dengan televisi?
Anda, untuk mengatasi itu gantilah televisi dengan buku. Ya, buku jauh lebih bermanfaat daripada televisi. Buku yang kita sajikan pada anak, bisa kita pilah dan pilih; mana buku yang baik, dan mana buku yang tidak baik.

Orang tua bisa memulai untuk mengakrabkan, menjadikan anak suka dan menanamkan kepada mereka bahwa membaca itu sangat penting serta penuh manfaat. Bisa jadi awal-awal, saat anak usianya masih batita anak hanya akan memainkan buku yang Mama berikan padanya. Merobeknya, melemparnya, namun itu semua tidak apa anak lakukan. Wajar.

Siasati hal itu dengan memberikan buku yang tak mudah rusak.
Buku rusak masih bisa diganti. Bila rusaknya tidak parah, masih bisa
digunakan. Namun yang lebih penting adalah orang tua memberikan dorongan kepada anak untuk berusaha menyukai buku.

“Inilah yang jauh lebih penting untuk kita tumbuhkan pada diri anak-anak kita di usia mereka yang sangat dini. Bukan sekedar kemampuan mengeja atau menunjukkan nama-nama benda dalam buku,” ujar Fauzil Adhim dalam salah satu tulisannya.

Nah, namun yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah tidak menuntut untuk anak bisa membaca sejak dini. Ya, kecintaan dan menumbuhkan kemauan anak pada buku itu jauh lebih penting daripada mengajari anak untuk bisa membaca huruf.

Fauzil Adhim mengulas bahwa; banyak anak yang telah terampil membaca di usia dini, tetapi begitu memasuki usia SD mulai kehilangan gairah membaca. Mereka bisa mengeja saat baru memasuki kelompok bermain (playgroup), tapi saat remaja sangat enggan menyentuh buku. Dan inilah yang banyak kita jumpai. Anak-anak dilatih untuk mampu membaca saat mereka masih balita, tapi begitu usia sekolah hilang gairahnya membaca, hilang pula antusiasme belajarnya.”

“Apa artinya? Kemauan membacalah yang lebih penting kita bangun. Tak usah bergenit-genit dengan kemampuan anak membaca dan berhitung di usia dini. Kalaupun kemudian mereka mampu membaca di usia dini, tidak menjadi masalah sepanjang itu akibat dari minat besarnya terhadap membaca. Bukan akibat dilatih. Kemauan yang kuat memudahkan anak meraih kemampuan. Sebaliknya, kemampuan tanpa kemauan akan menjadikan mereka mudah mengalami kebosanan dan kejenuhan membaca. Malas belajar merupakan akibat berikutnya,” terangnya.

Jadi, apabila anak Anda masih berusia batita, tak perlulah dipaksa untuk sudah bisa membaca. Kenalkan saja anak pada buku. Berikan ia mainan berupa buku.

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan? Anda bisa bacakan cerita untuk anak. Dengan itu perlahan-lahan anak akan tumbuh lebih cerdas dan lebih tangguh.

Bukankah begitu? Mari kita tumbuhkan kepada anak-anak kita kecintaan terhadap buku dan pengetahuan.


Sumber Referensi : tuturma.ma

Semoga bermanfaat.
----------
#dampak-negatif-menonton-tv-bagi-pelajar
#dampak-televisi-terhadap-perilaku-anak-anak
#dampak-negatif-menonton-televisi-bagi-perilaku-anak
#mengapa-globalisasi-membawa-dampak-negatif
#makalah-pengaruh-televisi-terhadap-anak
Title Tags Search:
See Also:
10 Hal Ini Dipercaya Bisa Membawa Keberuntungan Pada Tahun Monyet Api - AnekaNews.net
AnekaNews.net - 10 Hal Ini Dipercaya Bisa Membawa Keberuntungan Pada Tahun Monyet Api

Boleh percaya boleh tidak, menurut Regional Director Southeast Asia Hong Kong Tourism Board Simon Wong, ada 10 hal yang dapat membawa keberuntungan dan kesejahteraan pada Tahun Monyet Api ini, mulai d ... Read More »
Tips 10 Langkah Sukses Agar Hidupmu Menjadi Lebih Bahagia - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Tips 10 Langkah Sukses Agar Hidupmu Menjadi Lebih Bahagia

Apakah kamu termasuk dalam kategori orang yang memegang teguh prinsip hidup? Apa prinsip hidup yang kamu punyai saat ini? Apa prinsip hidupmu itu sudah terbukti cukup tangguh dan handal dalam melindun ... Read More »
Tips Mengenali Mana Cinta Sejati dan Mana Yang Bukan - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Tips Mengenali Mana Cinta Sejati dan Mana Yang Bukan

Perkara cinta, adalah perkara yang sudah ada sejak awal pertama manusia diciptakan bahkan mungkin sampai dunia ini berakhir saat manusia tak tersisa satu lagi juga. Konon katanya ada bermacam-macam j ... Read More »
Comment: (0)
No Comment.
Add Comment:
Name* :
Url :
Comment*:
[BB Code] [Smiley]
Code*: 39053
Bookmark and Share