AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Sun, 21 October 2018 - 07:07:47
Random News
Pertanyaan: Apa manfaatnya Allah SWT menciptakan semut lalat dan nyamuk, ya sebenarnya apa sih manf ... Read More »
Published: Sun, 10 Jan 2016 - 08:28:00
Category: Kesehatan
By: AnekaNews.net
Hits: 1/5128
Comments: 0/0
Bahaya Tidak? Kalau Anak Suka Bermain Sama Kucing

Bahaya Tidak? Kalau Anak Suka Bermain Sama Kucing - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Dirumah banyak orang yang memelihara hewan piaraan, terutama Kucing. Kucing yang lucu, aktif dengan ekor panjang, bulu halus dan suara yang manja pastinya akan membuat anak-anak pun tertarik untuk menyentuh bahkan bermain dengannya. Bahkan tidak jarang anak-anak merengek pada orang tuanya untuk diperbolehkan memelihara kucing. Sebagian orang tua mengiyakan permintaan anak-anaknya tersebut, namun sebagian lagi menolaknya dengan alasan kucing adalah sumber penyakit karena tinja dan bulu kucingnya berbahaya bagi kesehatan. Kucing dan Anak.

Sesungguhnya memelihara binatang, khususnya kucing merupakan hal yang baik untuk melatih anak menjadi mandiri dan perhatian terhadap sesamanya. Dengan diberi kepercayaan untuk merawat hewan, ia akan terbentuk menjadi sosok yang bertanggung jawab karena ia harus memberi makan hewan peliharaannya, membersihkan kandangnya, dan mengajaknya bermain. Namun tentu saja kita harus benar-benar mengawasi segala aktivitas si kecil pada saat berinteraksi dengan si kucing.

Kucing dan Anak
Lantas pada usia berapakah yang tepat untuk mengijinkan si kecil memelihara kucing? Usia 6 hingga 7 tahun merupakan usia yang tepat anak mulai bisa memelihara kucing dengan maksimal. Bila kita ingin membiasakan si kecil dekat dengan binatang lebih awal pada saat balita kita bisa memperkenalkannya dengan hewan-hewan lewat gambar, video ataupun berkunjung ke kebun binatang. Namun untuk merawatnya di dalam rumah usia balita belum dianjurkan karena kondisi tubuhnya masih terlalu riskan dan kemandiriannya pun belum terbentuk sempurna. Kucing dan Anak.

Pada saat si kecil merengek meminta kucing untuk dipelihara, kita tak perlu khawatir berlebihan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan wawasan kepada anak kita bahwa memelihara kucing tidak hanya sekedar bermain bersamanya, namun juga ada serentetan aktivitas yang harus dilakukan; memberi makan, membersihkan kandang, mengganti pasir, memandikan kucing, menyisiri bulu dan mengajaknya bermain. Si kecil juga harus tahu bahwa bila dia tidak menjaga kebersihan kucingnya, maka ia bisa terjangkiti alergi bahkan penyakit yang berbahaya.

Sebelum benar-benar membelikan kucing untuknya, kita juga bisa membawanya ke toko buku atau googling dan mencari beberapa referensi mengenai kucing dan perawatannya. Setelah si kecil bisa mengerti konsekuensi yang harus ia jalankan saat merawat kucing, maka kita bisa mencobanya untuk membelikan kucing. Kita bisa memberikannya masa percobaan selama satu bulan untuk melihat apakah ia bisa melakukan tanggung jawabnya. Apabila ia lolos dalam masa percobaan itu, maka si kucing pun benar-benar boleh menjadi hak miliknya. Selalu ingatkan pula si kecil untuk mencuci tangannya setelah beraktivitas bersama si kucing agar tubuhnya tetap bersih dan jauh dari virus yang mengintai.

#Anak-Dan-kucing #Bahaya-Bulu-Kucing
Title Tags Search:
See Also:
Tentang Merebaknya Wabah Virus Zika - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Dunia kesehatan di hebohkan dengan penemuan baru soal virus yang menyerang manusia, yang dinamakan dengan Virus Zika. Virus Zika adalah suatu virus yang ditularkan oleh nyamuk namun tidak menyebabkan ... Read More »
Cara Mudah Mencerahkan Bibir Dengan Buah Tomat - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Anda ingin mempunyai bibir yang cerah dan sehat serta tidak pecah-pecah dengan mudah dan alami? Anda tidak usah ke salon atau ke dokter dan tidak perlu biaya yang mahal, hanya untuk mencerahkan bibir ... Read More »
Berita Terkini Kanker Serviks Mengintai Pengguna 9 Merek Pembalut Wanita Mengandung Klorin - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Selama ini demi menjaga kebersihan dan kesehatan, hampir seluruh perempuan di Indonesia menggunakan pembalut ketika datang bulan. Namun, penelitian oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menunjukkan ... Read More »
Comment: (0)
No Comment.
Add Comment:
Post comment is currently disabled.
Bookmark and Share