AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Fri, 19 October 2018 - 01:21:29
Random News
Pada tanggal 19 Desember 2016, Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang baru. Walaupun, Uang rupiah em ... Read More »
Published: Thu, 11 Feb 2016 - 08:09:33
Category: Kesehatan
By: AnekaNews.net
Hits: 1/27696
Comments: 0/0
Hati-hati Beberapa Penyakit Menular Ini Sering Menyerang Anak Kecil

Hati-hati Beberapa Penyakit Menular Ini Sering Menyerang Anak Kecil - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Pada masa tumbuh dan kembang anak, memang rawan akan penyakit, terutama penyakit yang menular. Penyakit ini selalu disebabkan oleh mikroorgamisme patogenik seperti bakteri, virus, parasit dan jamur. Yang membahayakan, penyakit-penyakit pada anak tersebut cepat menular. Apa saja penyakit tersebut dan bagaimana pencegahannya?

Berikut adalah macam-macam penyakit menular yang sering menyerang buah hati anda :

1. Cacar air (Varicella)
Cacar air merupakan penyakit pada anak yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Kendati gejala yang nampak terlihat lebih parah pada orang dewasa, cacar air lebih sering metular di kalangan anak-anak. Mereka yang memiliki imunitas lemah seperti wanita hamil, bayi, dan orang sakit dapat terkena dampak serius dari cacar air.
Penularan : Melalui kontak langsung, misalnya melalui cairan yang terdapat dalam gelembung cacar air, percikan batuk ataupun bersin. Sedangkan lapisan kulit yang mengering dari bekas cacar tidak terindikasi sebagai sarana penular penyakit.
Masa inkubasi : Cacar air paling menular pada 1 atau 2 hari sebelum munculnya gelembung, hingga sepekan atau lebih setelah bercak cacar mengering. Seorang penderita yang terinfeksi akan menunjukkan gejala 10 hingga 20 hari kemudian.
Gejala dan tanda-tanda : demam, batuk atau radang tenggorokan, kehilangan nafsu makan dan pusing. Bercak merah akan nampak 1 hingga 2 hari setelah demam hilang.
Pencegahan cacar air adalah dengan pemberian vaksin cacar air.

2. Batuk berdahak
Batuk berdahak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan. Biasanya, penyakit ini bersamaan dengan penyakit flu. Infeksi ini menyebabkan pita suara bengkak, di mana suara menjadi serak, disertai batuk terus menerus.
Batuk berdahak mudah sekali menular melalui kontak langsung dan udara. Virus tersebar dengan mudah saat penderita batuk atau bersin.
Batuk berdahak bisa bertahan hingga 6 hari, terutama jika ia juga menderita flu.
Tanda-tanda dan gejala : batuk berkepanjangan yang makin parah di malam hari, suara hilang atau berat dan serak, serta sulit bernapas saat batuk.
Pencegahan : kurangi atau hindari kontak langsung dengan penderita, jaga kebersihan lingkungan serta mencuci tangan sesering mungkin.

3. Infeksi E. Coli
E. Coli (Escherichia coli) adalah bakteri yang tinggal di dalam usus manusia dan hewan. Beberapa jenis bakteri E. Coli tidak berbahaya. Namun, ada pula yang berbahaya, misalnya yang jenis O157:H7, yang dapat menyebabkan diare dan muntah.
Penularannya adalah melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi E. Coli misalnya : makanan kurang matang, susu yang belum dipasteurisasi, makanan mentah/lalapan, makanan yang penyajiannya tidak higenis, air yang terkontaminasi oleh kotoran hewan atau manusia serta melalui kontak personal.
Wanita hamil, anak kecil, ataupun mereka yang sedang sakit sangat rentan terjangkit bakteri E.Coli.
Masa inkubasi : Gejala dimulai setelah 3 - 4 hari stelah terkena virus E. Coli. Gejala dapat dirasakan selama sepekan.
Tanda-tanda awal dan gejala : Diare berdarah, kram perut, mual dan muntah.
Tindakan pencegahan : mencuci tangan setelah BAB dan tidak mengkonsumsi makanan yang kurang matang, terutama daging.

4. Haemophilus Influenza type B (Hib)
Hib adalah infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini sering menyerang anak di bawah 5 tahun. Bakteri Haemophilus influenza bersarang pada tenggorokan dan hidung, namun bisa menyerang anggota tubuh lain misalnya otak. Ada 6 jenis bakteri (dari A sampai F). dan tipe B adalah yang paling mematikan. Hib sendiri merupakan penyebab utama meningitis pada anak-anak.
Hib tersebar melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Ketika seorang anak didiagnosa menderita Hib setelah melalui tes darah, ia harus segera dirawat di rumah sakit.
Gejala awal dan tanda-tanda : Hib dapat menyebabkan komplikasi setelah infeksi masuk ke saluran darah dan menyebar ke paru-paru dan otak. Demam, berkurangnya kewaspadaan, problem pernapasan, nyeri sendi, dan leher kaku adalah gejala awal infeksi Hib.
Tindakan pencegahan : Hib dapat dihindari melalui vaksinasi.

5. Flu Singapura (HFMD)
Flu Singapura (Hand, Foot, and Mouth Disease) adalah penyakit pada anak yang sangat mudah menular. Penderita akan mengalami bercak/blister merah pada mulut, telapak tangan dan telapak kaki. Anak-anak lebih rentan tertular Flu Singapura kendati orang dewasa pun bisa tertular penyakit ini. Di Singapura, flu ini kerap terjadi sepanjang tahun, terlebih pada pergantian musim.
Penyebarannya adalah melalui bersin, batuk dan BAB penderita penyakit ini. Cairan yang berada dalam blister juga turut berperan dalam penyebaran virus Flu Singapura.
Flu Singapura sangat cepat tertular. Anak yang menderita penyakit ini dilarang masuk sekolah hingga seluruh bercak mengering, atau sesuai rekomendasi dokter.
Gejala awal dan tanda-tanda : tenggorokan sakit, demam, bercak pada mulut, tenggorokan, telapak tangan, dan kaki, terkadang pada pantat. Pusing, muntah, diare dan kehilangan nafsu makan juga bisa terjadi.
Tindakan pencegahan : mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah BAB atau menggunakan toilet terutama toilet umum, menghindari kontak dengan penderita.

6. Hepatitis A
Hepatitis A adalah penyakit menular yang menyebabkan pembengkakan akut pada hati. Orang dewasa dan anak-anak bisa terjangkit Hepatitis A.
Penularannya adalah melalui makanan yang terkontaminasi, seperti makanan laut dari air yang terkontaminasi dan kurang matang pengolahannya. Selain itu, anak dapat tertular melalui kotoran anak lain, misalnya di tempat penitipan anak.
Gejala hepatitis A dapat terlihat 2-3 minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh dan butuh beberapa minggu untuk sembuh total.
Gejala awal dan tanda-tanda: Hilangnya nafsu makan, mual, mudah lelah, berat bada turun, nyeri perut, demam, perubahan warna urin dan BAB, mata menguning.
Tindakan pencegahan : Hepatitis A dapat dihindari melalui vaksinasi.

7. Influenza (Flu)
Influenza, yang lebih dikenal sebagai flu, adalah penyakit infeksi saluran pernafasan yang sangat menular. Penyebarannya adalah melalui batuk, bersin, kontak langsung dengan air liur penderita. Bahkan, mereka bisa juga tertular setelah menyentuh tangan, hidung atau mata setelah memegang benda yang dipegang oleh penderita flu.
Masa penularan adalah 1-2 hari sebelum gejala flu tampak, hingga 5 sampai 7 hari sesudah sembuh. Mereka yang memiliki imunitas lemah akan terjangkit virus flu dalam rentan waktu lebih lama.
Gejala awal dan tanda-tanda : pilek, dengan gejala hidung berair serta sakit tenggorokan, demam, nyeri pada kepala dan sekujur tubuh, serta rasa lelah. Kendati jarang terjadi, penderita flu dapat mengalami diare dan muntah.
Tindakan pencegahan : untuk anak-anak atau balita serta orang dewasa yang sehat, tindakan pencegahan cukup dengan sering-sering mencuci tangan dengan sabun, atau dengan cairan/gel sanitasi untuk tangan.
Menutup mulut saat batuk atau bersin, mengenakan masker khusus saat berada pada satu ruangan dengan seseorang yang menderita flu, atau tidak membiarkan anak masuk sekolah saat flu dapat membantu mencegah tersebarnya virus influenza. Mereka yang memiliki imunitas lemah disarankan mendapat vaksin flu.

8. Meningitis
Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi dari virus atau bakteri. Infeksi ini menyerang syaraf otak dan tulang belakang. Balita, anak usia SD, remaja dan mereka yang memiliki imunitas rendah rentan terjangkit meningitis.
Meningitis yang disebabkan oleh virus lebih sering terjadi dan tidak separah meningitis yang disebabkan oleh bakteri.
Meningitis sangat mudah menular melalui batuk, bersin dan menyentuh permukaan yang sebelumnya disentuh oleh penderita.
Meningitis dapat bertahan hingga 2 pekan dan si penderita rentan menularkan penyakit ini selama kurun waktu tersebut.
Gejala awal dan tanda-tanda : demam, leher kaku dan nyeri, pusing, kewaspadaan rendah, pusing, muntah. Pada balita, seringpula dijumpai gejala seperti flu dan nafas pendek. Bayi sering mengalami ruam pada kulit serta rewel.
Tindakan pencegahan : Diskusi dengan dokter anak Anda tentang vaksinasi Hib, Meningococcal, dan pneumococcal.

9. Gondongan (Mumps)
Gondongan adalah infeksi virus yang menyebabkan rasa nyeri karena pembengkakan pada kelenjar parotid, yakni kelenjar yang memproduksi air liur.
Gondongan bisa saja hilang dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, komplikasi kerap muncul dalam bentuk meningitis, pancreatitis, atau infeksi pada buah zakar atau indung telur.
Gondongan cepat menular dan tersebar melalui kontak langsung dari penderita saat ia batuk atau bersin.
Masa inkubasi terjadi 2 hingga 3 minggu, dan masa penyebaran terjadi pada 7 hari sebelum dan 9 hari setelah gejala terlihat.
Gejala awal dan tanda-tanda : demam, pipi dan rahang bengkak serta nyeri, pusing, telinga nyeri, tenggorokan sakit, sakit saat membuka mulut, lelah, kehilangan nafsu makan, dan terkadang muntah.
Gondongan bisa dicegah melalui vaksinasi MMR, yang termasuk vaksinasi campak dan rubella

10. Pink eye
Pink eye dapat menyerang siapa saja, dewasa atau acnak-anak. Sakit mata bisa disebabkan oleh bakteri atau virus, alergi atau luka pada mata. Warna semburat merah pada mata disebabkan oleh infeksi conjunctiva, yaitu lapisan transparan yang melapisi bola mata.
Pink eye sangat menular dan tersebar melalui kontak langsung dan sentuhan.
Selama mata penderita masih berwarna semburat merah muda dan mengeluarkan 'belek' / kotoran, ia dapat menularkan penyakit tersebut kepada orang lain.
Gejala awal dan tanda-tanda : air mata terus keluar, belek putih atau kuning, mata gatal dan memerah, rasa tidak nyaman pada mata, sensitif pada cahaya, mata terasa panas dan pandangan kabur.
Satu-satunya cara mencegah sakit mata adalah menjaga kebersihan secara rutin. Mencuci tangan dengan sabun dan air sesering mungkin, dan hindari menyentuh mata atau menggosoknya walaupun gatal.


Semoga bermanfaat.
----------
#beberapa-penyakit-menular
#jenis-penyakit-menular-dan-tidak-menular
#macam-macam-penyakit-dan-penyebabnya
#makalah-penyakit-menular
#macam-macam-penyakit-menular-pada-anak
Title Tags Search:
See Also:
Tidur Yang Baik Menurut Sunnah Rasulullah - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Islam memang agama yang luar biasa,segala gerak gerik kita seperti mau makan, minum, berhias, memakai baju, bercermin dan sampai hal yang sekecilnya pun ada tata cara dan doanya. Dan untuk kali kit ... Read More »
Buat Para Wanita: Hati-hati Dalam Mengkonsumsi Sayap Ayam - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Mengapa wanita, harus berhati-hati dan bahkan ada yang melarang serta menghindari dalam mengkonsumsi sayap ayam, leher atau kepala ayam dan ceker ayam? Ini ditujukan terutama untuk para wanita yang ka ... Read More »
Inilah 5 Efek Samping Penggunaan Alat Kontrasepsi - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Pada umumnya, alat kontrasepsi dipercaya mampu mengendalikan tingkat kehamilan yang tinggi. Sayangnya, alat kontrasepsi justru menimbulkan permasalah bagi pengguna, yaitu sebagian besar wanita, sepert ... Read More »
Comment: (0)
No Comment.
Add Comment:
Post comment is currently disabled.
Bookmark and Share