AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Mon, 26 August 2019 - 07:46:17
Random News
BPJS memang fenomenal sejak kemunculannya sudah cukup membuat ribet mulai dari susahnya, dan panjang ... Read More »
Published: Fri, 08 Jan 2016 - 10:21:33
Category: Pendidikan
By: AnekaNews.net
Hits: 3/14748
Comments: 0/0
Berbagai Macam Dan Jenis Kalender Di Indonesia

Berbagai Macam Dan Jenis Kalender Di Indonesia - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Berbagai Macam Dan Jenis Kalender Di Indonesia

Indonesia selain mempunyai berbagai macam budaya, suku, agama dan bahasa, ternyata juga mempunyai beberapa jenis Penanggalan atau Kalender. Dan berikut adalah jenis kalender yang sering dipakai orang-orang Indonesia.

1. Kalender Masehi
Kalender ini perhitungan tanggalnya berdasarkan pada perputaran bumi mengelilingi Matahari. Kalender ini dalam bahasa inggris disebut dengan Anno Domini (Tahun Tuhan). Era kalender ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus. Masehi dihitung sejak hari Kelahiran Yesus tersebut, sedangkan sebelum itu disebut Sebelum Masehi atau SM. Kalender Masehi Gregorian yang kita pakai saat ini adalah hasil dari para matematikawan Gereja atas perintah Paus Gregorius. Kalender ini, mempunyai 12 bulan dan 7 hari. Nama-nama bulannya adalah di awali dengan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan di akhiri Desember. Sedang nama harinya adalah Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. Awal harinya di mulai pada tengah malam atau jam 00:00.
#Kalender-Masehi #Kalender-Kristen

2. Kalender Hijriyah
Kalender ini perhitungan tanggalnya berdasarkan pada perputaran bulan mengelilingi Bumi. Kalender hijriyah adalah penanggalan rabani yang menjadi acuan dalam hukum-hukum Islam. Seperti haji, puasa, haul zakat, idah thalaq dan lain sebagainya. Juga terbagi dari 12 bulan dan 7 hari. Nama-nama bulannya adalah di awali dengan Muharram, Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Zulkaidah dan di akhiri Dzulhijjah. Sedangkan nama harinya adalah Ahad (Minggu), Itsnayn (Senin), Tsalaatsa (Selasa), Arba-aa / Raabbi (Rabu), Khamsatun (Kamis), Jumu’ah (Jum’at), Sabat (Sabtu). Awal hari dimulai sejak terbenamnya matahari (Malam tiba) atau waktu Maghrib.
#Kalender-Hijriyah #Kalender-Islam

3. Kalender Jawa
Kalender ini perhitungan tanggalnya juga berdasarkan pada perputaran bulan mengelilingi Bumi. Hampir sama dengan Kalender Hiriyah. Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan khas yang memadukan nilai akulturasi budaya Islam, Hindu dan Jawa, jadi paling lengkap perhitungannya. Kalender ini juga terdiri dari 12 bulan dan 7 hari, selain itu juga ada perhitungan Pasaran, Pranata Mangsa (Mongso), Windu dan Wuku. Nama-nama bulannya adalah diawali bulan Suro, Sapar, Mulud, Bakdomulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Poso, Sawal, Dulkangidah/Selo dan di akhiri bulan Besar. Nama Pasarannya yaitu Wage, Kliwon, Legi, Paing dan Pon. Awal hari ketika matahari mulai terbenam.
#Kalender-Jawa

4. Kalender Sunda
Kalender ini juga dinamakan Kala Sunda. Sistem penanggalannya terdiri dari tiga sistem yaitu berdasarkan perhitungan terhadap peredaran Bulan atau disebut Kala Candra Caka Sunda, sistem perhitungan terhadap peredaran Matahari atau Kala Surya Saka Sunda, dan Kala Cakra Caka Sunda. Kalender Sunda juga terdiri dari 12 bulan dan 7 hari. Nama bulannya diawali dengan Kartika, Margasira, Posya, Maga, Palguna, Setra, Wesaka, Yesta, Asada, Srawana, Badra dan di akhiri bulan Asuji. Sedangkan nama harinya adalah Radite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jumat) dan Tumpek (Sabtu).
#Kalender-Sunda

5. Kalender Saka India
Kalender ini berasal dar India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Kalender ini terdiri 12 bulan juga, diawali bulan Srawanamasa (Juli-Agustus), Bhadrawadamasa (Agustus-September), Asujimasa (September-Oktober), Kartikamasa (Oktober-November), Margasiramasa (November-Desember), Posyamasa (Desember-Januari), Maghamasa (Januari-Februari), Phalgunamasa (Februari-Maret), Cetramasa (Maret-April), Wesakhamasa (April-Mei), Jyesthamasa (Mei-Juni), Asadhamasa (Juni-Juli).
#Kalender-Saka-India

6. Kalender Saka/Caka Bali
Kalender ini digunakan oleh orang Hindu Bali di pulau Bali dan Lombok. Kalender Saka Bali bisa dikatakan merupakan penanggalan syamsiah-kamariah (surya-candra) atau luni-solar. Jadi penanggalan ini berdasarkan posisi matahari dan sekaligus bulan. Nama bulannya adalah Kasa, Karo, Katiga, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, Kasanga, Kadasa, Jiyestha dan Sadha.
#Kalender-Saka-Bali

7. Kalender Cina / Tionghoa
Kalender ini berasal dari Cina, dan digunakan oleh masyarakat Indonesia, yang ber-etnis atau keturunan dari Cina. Kalender perhitungannya dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari. Di kalender ini terkenal dengan adanya Shio yang dilambangkan dengan nama binatang. Kedua belas binatang ini juga melambangkan kedua belas Cabang Bumi. Urutannya adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, dan babi. Nama bulannya adalah Cia Gwee, Ji Gwee, Sa Gwee, Si Gwee, Go Gwee, Lak Gwee, Cit Gwee, Pe Gwee, Kauw Gwee, Cap Gwee, Cap It Gwee, Cap Ji Gwee dan Lun Gwee.
#Kalender-Cina

Demikianlah nama-nama atau jenis kalender yang dipakai oleh masyarakat Indonesia. Semoga bermanfaat.


Sumber Referensi: berbagai sumber.
Title Tags Search:
See Also:
3 Alasan Kenapa Guru Tidak Diperlukan Lagi - AnekaNews.net
AnekaNews.net - 3 Alasan Kenapa Guru Tidak Diperlukan Lagi

Yaa, hal sebagaimana tersebut dalam judul artikel ini bisa saja terjadi disebabkan oleh berbagai alasan. Misalnya saja karena sudah ada yang baru, karena ada yang lebih baik, dan karena sesuatu itu s ... Read More »
Bergairah Dalam Belajar Mencari Dan Memahami Ilmu - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Bergairah Dalam Belajar Mencari Dan Memahami Ilmu

Masih dalam pembahasan seputar Belajar dan Ilmu Pendidikan. Kita harus selalu semangat dalam mencari ilmu. Dan ilmu itu bukan hanya didapat dari sekolah. Seperti kejadian sehari-hari itu, bisa jadi il ... Read More »
Para Orang Tua Ingatlah Beberapa Wejangan Dalam Membesarkan Anak Ini - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Para Orang Tua Ingatlah Beberapa Wejangan Dalam Membesarkan Anak Ini

Seperti dalam paribahasa "Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya", yang artinya semua kelakuan dan perbuatan anak, orang tuanya juga akan ikut disebut. Entah itu kelakuan baik maupun buruk. Maka seb ... Read More »
Comment: (0)
No Comment.
Add Comment:
Post comment is currently disabled.
Bookmark and Share