AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Thu, 23 May 2019 - 02:41:53
Random News
Jaman sekarang internet memang sudah jadi kebutuhan utama bahkan ampir ngalahin kebutuhan kita pada ... Read More »
Published: Wed, 01 Jul 2015 - 17:21:20
Category: Umum
By: Dyta
Hits: 1/4789
Comments: 0/0
Fakta Mengejutkan Dibalik Jatuhnya Pesawat Hercules C-130

Fakta Mengejutkan Dibalik Jatuhnya Pesawat Hercules C-130 - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Ternyata ada 6 fakta mengejutkan dibalik jatuhnya Pesawat Hercules C-130 dengan nomor ekor A-1310 di Jalan Djamin Ginting, Km 10, Medan Tuntungan, Selasa (30/6) siang. Peristiwa ini menewaskan 101 orang penumpang, termasuk warga sipil yang terkena hantaman pesawat jatuh.

Berikut adalah rincian fakta yang penulis kutip dari tribunnews.com

1. Pesawat Alami Kerusakan Mesin
Seorang saksi mata menjelaskan, pesawat berbadan bongsor itu menukik di udara lalu menghantam ruko dan meledak. Pesawat milik TNI AU tersebut menimpa sedikitnya tiga rumah toko (ruko). Diduga pesawat mengalami kerusakan mesin.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna menjelaskan kecelakaan tragis ini saat berkunjung ke lokasi kejadian pesawat jatuh, kemarin sore.Tiba di lokasi, Agus, yang didampingi Kepala Staf Kodam I/BB Brigjen Cucu Soemantri beserta anggota TNI lainnya sempat berkeliling di sekitar puing pesawat.

Usai melihat puing pesawat, KSAU kemudian menjelaskan penyebab pesawat. "Untuk kronologis secara lengkap kami belum bisa memberikan informasi. Namun, ada sesuatu yang rusak pada pesawat. Bisa trouble engine, atau trouble pada hidrolik dan lainnya," ungkap Agus yang mengenakan seragam biru lengkap TNI AU.

2. Hanya 12 Anggota TNI dari 101 Penumpang
Dari informasi yang diterima adapun pasukan TNI yang berada di dalam pesawat berjumlah hanya berjumlah 12 orang. "Yang saya tahu, kru itu ada 12 orang. Itu terdiri atas tiga pilot, satu navigator, serta delapan teknisi," kata Agus. Sebelum tiba di Pangkalan Udara Suwondo Medan, kata Agus, pesawat berangkat dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

"Dari Halim, pesawat kemudian menuju ke Pekanbaru. Setelah itu, pesawat menuju Dumai, dan terakhir ke Pangkalan Suwondo," kata Marsekal Agus Supriatna.

Setelah beberapa saat tiba di Pangkalan Soewondo dan mengisi bahan bakar, pesawat tersebut kembali bertolak ke Tanjungpinang. Di sana, pesawat akan kembali melakukan aplausan anggota. "Dari data yang kita terima, jumlah penumpang 101 orang. Alhamdulillah, Bapak Gubernur (Sumut) membantu kita mengangkat bangkai pesawat," kata Agus. Ia menerangkan, 101 penumpang ditambah 12 awak pesawat diduga tidak selamat.

"Di rumah sakit saat ini yang sudah dibawa ada sekitar 49 orang. Dan yang sudah teridentifikasi 23 orang. Doakan saja, bangkai pesawat ini bisa diangkat secepat mungkin," kata Agus.

3. Pilot Sempat Minta Kembali ke Pangkalan
Terkait jatuhnya pesawat ini, kata Agus, pihak TNI AU sudah membentuk tim untuk melakukan investigasi di lapangan."Bukti yang kita tahu, pilot sempat minta kembali ke pangkalan. Karena ada permintaan, tentu kan ada sesuatu yang trouble. Pada saat pilot meng-handle pesawat untuk kembali, di situlah terjadinya (kecelakaan)," ujar Agus.

Apakah selama ini pesawat tersebut ada masalah? "Saya rasa tidak ada masalah. Pesawat ini buatan Amerika tahun 1964. Untuk mengetahui secara pasti kejadian ini, semuanya akan kita investigasi. Kejadian-kejadian serupa kan pernah terjadi. Seperti di Condet dan Magetan. Setelah kita investigasi, ternyata ada trouble di mesinnya," ungkap Agus.

Tak lama berbincang, Agus yang dikawal sejumlah pasukan TNI kemudian pamit untuk beranjak ke RSUP Adam Malik Medan.

4. Di Dalam Bangkai Pesawat ada Peluru dan Amunisi
Terpisah, Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutedjo mengatakan, pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk membantu jalannya evakuasi."Untuk penyebabnya kita belum tahu. Namun, tindakan yang kita lakukan sejauh ini semua korban sudah kita kumpulkan. Kita buat posko," kata Eko.

Ia menerangkan, posko tidak hanya dibuat di lokasi kejadian, di RSUP Adam Malik pun posko tetap dibuat. "Di Adam Malik, kita buat posko DVI-nya. Kalau kendala, mungkin karena ini tertutup puing-puing (bangunan). Apalagi pesawat panas terbakar, dan diduga di dalam pesawat ini kita khawatirkan ada peluru dan amunisi," kata Kapolda.

Dari data di lokasi, adapun para TNI AU yang meninggal dunia di antaranya Pilot Kapten Pnb Sandy Permana, Kopilot satu Lettu Pnb Pandu Setiawan, Kopilot dua Lettu Pnb Dian Sukma P, Navigator Kapten Nav Roni Setiawan, Juru Radio Udara Serma Bambang H, Juru Mesin Udara Peltu Ibnu Kohar, Juru Mesin Udara Peltu Andik S, Juru Mesin Udara Pelda Parijo, Instruktur Load Master Peltu Ngaserman, Load Master Peltu Yahya, dan Load Master Pelda Agus P.

5. Pesawat Nukik Lalu Hantam Panel Pemancar
Berdasarkan keterangan sejumlah warga di lokasi, sebelum pesawat jatuh menghantam ruko, pesawat terlihat menukik sejak melintas di atas perumahan Royal Sumatera.

"Kejadiannya begitu cepat. Aku kebetulan naik kereta tadi. Kutengok pesawat nukik," kata pria mengaku bermarga Brahmana ini.Sesaat setelah menukik, tiba-tiba saja badan pesawat menyenggol panel pemancar di atas gedung Sekolah Bethany. Akibat hantaman itu, tiang pemancar sekolah Bethany hancur.

"Setelah pesawat menabrak itu (tiang pemancar), terus menghantam ruko lah Pak," kata pria tersebut. Berdasarkan pengamatan Tribun, sejak jatuhnya pesawat, sepanjang ruas Jl Djamin Ginting mulai dari simpang Pos diblokade petugas Satuan Lalulintas Polda Sumut. Beberapa petugas Sat Lantas memalang jalan dengan rambu lalu lintas dan kursi kayu


6. Ada Korban Warga Sipil
Agar warga tak menumpuk di lokasi kejadian, polisi meminta warga untuk memutar arah. Namun, rasa penasaran warga tidak terbendung sehingga jalanan macet total hingga sore hari. Di lokasi kejadian, puing pesawat masih terlihat di atas ruko yang hancur. Ekor pesawat yang tersisa dipotong secara perlahan oleh petugas gabungan TNI AD, AU, AL, dan Brimob.

Sejak peristiwa itu, lokasi kejadian dijaga ketat personel gabungan TNI. Setiap warga yang mendekat diusir dan diminta menjauh dari garis polisi. "Bagi yang tidak berkepentingan silahkan keluar. Jangan ada yang mendekat. Ini petugas lagi evakuasi. Mohon pengertiannya," ungkap petugas TNI AU berseragam serba biru.

Mendengar arahan petugas, warga sesaat mundur dari lokasi. Namun, lima belas menit kemudian warga kembali menyemak di sekitar mobil petugas. Untuk memudahkan evakuasi, anggota Sabhara, dan Brimob membangun dua tenda di depan ruko yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.

Di tenda tersebut, setiap keluarga korban yang ingin mendapatkan informasi bisa langsung bertanya kepada petugas. Berdasarkan pengamatan Tribun, agar tidak kembali menimbulkan percikan api di sisa puing pesawat, petugas gabungan menyiagakan puluhan mobil pemadam.

Mobil-mobil tersebut berjajar rapih di depan puing pesawat yang dipotong petugas gabungan. Agar memudahkan evakuasi, sisa puing yang telah dipotong termasuk ban pesawat diletakkan di pinggir jalan bersama kerangka satu mobil Fortuner, yang sudah hangus.

Beberapa petugas TNI yang berjaga terlihat sibuk merapikan puing reruntuhan bangunan dan tubuh pesawat yang kondisinya sudah porak-poranda. Hingga menjelang pukul 18.00 WIB, lokasi masih dipadati ratusan warga.
Title Tags Search:
See Also:
Gempa Bumi Di Jepang Tadi Pagi Tidak Menimbulkan Tsunami - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Sebuah gempa berkekuatan sekitar 8 skala richter terjadi di lepas pantai Jepang Sabtu pagi, kata ahli geologi. Terjadi getaran bangunan di Tokyo dan alarm mobil berbunyi, seorang koresponden AFP juga ... Read More »
Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Tahun 2015 - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Berdasarkan pantauan dan pengamatan arus balik dari mudik lebaran tahun 2015 ini akan terjadi mulai hari Selasa 21 Juli 2015, hal itu dikarenakan sebagian perkantoran sudah memulai aktifitas bekerja p ... Read More »
Mengungkap Fakta Dan Sisi Lain Sejarah Peringatan Hari Kartini - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Tanggal 2I April, kita bangsa Indonesia selalu memperingati Hari R.A Kartini. Dan tahukah anda, sebenarnya kehidupan R.A Kartini merupakan kisah penuh tragedi. Bukan semata hidup Kartini yang demikian ... Read More »
Comment: (0)
No Comment.
Add Comment:
Post comment is currently disabled.
Bookmark and Share