AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Sun, 18 August 2019 - 22:35:25
Random News
Anda tentunya sering minum berbagai jenis minuman, dari air putih, teh, kopi, susu, jus, minuman ber ... Read More »
Published: Wed, 12 Aug 2015 - 15:37:19
Category: Kesehatan
By: Dyta
Hits: 2/2438
Comments: 0/0
Penjelasan Ilmiah Kenapa Kalau Musim Kemarau Nyamuk Lebih Banyak

Penjelasan Ilmiah Kenapa Kalau Musim Kemarau Nyamuk Lebih Banyak - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Penjelasan Ilmiah Kenapa Kalau Musim Kemarau Nyamuk Lebih Banyak

Sebagaimana kita ketahui saat ini sebagian besar wilayah Indonesia tengah dilanda musim kemarau, sehingga kekeringan dan kekurangan air pun terjadi di mana-mana. Selain masalaoh h kekeringan musim kemarau yang panjang pun memicu meningkatnya populasi nyamuk. Sebagai contoh Jakarta adalah salah satu wilayah yang rmengalami peningkatan jumlah nyamuk yang lebih dari biasanya.

Pakar mengatakan, hal ini ada hubungannya dengan musim kemarau yang sedang terjadi seperti dikatakan oleh Dr Budi Haryanto, SKM, MSPH, MSc, Peneliti Perubahan Iklim dan Kesehatan Lingkungan dari Universitas Indonesia; “Memang secara umum, ada kaitan antara jumlah nyamuk dengan cuaca dan musim. Pada musim kemarau, jumlah nyamuk memang rata-rata lebih banyak daripada biasanya”

"Karena nyamuk khan bersarangnya di genangan air. Ketika musim kemarau, genangan air memang sedikit tapi ada, tidak terganggu, tidak mengalir jadi membuat nyamuk bersarangnya lebih tenang, perkembangbiakannya pun lebih banyak” ujarnya lagi.

Berbeda dengan di musim hujan di mana air tidak menggenang, melainkan hanyut terbawa arus. Sarang nyamuk pun akan ikut terseret sehingga perkembangbiakan nyamuk menjadi tidak tenang dan terganggu. Akibatnya, jumlah nyamuk rata-rata turun di musim hujan.Selain genangan air tadi, Budi juga mengatakan bahwa secara umum, nyamuk akan lebih sering menggigit.

Penelitian mengungkap bahwa dengan suhu bumi yang makin panas karena perubahan iklim, maka banyak nyamuk yang akhirnya mengalami perubahan siklus hidup.

Jika dulunya jentik membutuhkan waktu 12-14 hari untuk berubah menjadi nyamuk dewasa, sekarang hanya butuh waktu 9 hari aja. Hal ini membuat frekuensi makan nyamuk meningkat akibat bentuk tubuhnya yang mengecil.

"Karena mereka dewasa prematur, biasanya 12 hari sekarang 9 hari udah dewasa. Akibatnya tubuhnya lebih kecil, perutnya juga lebih, makannya frekuensi makannya juga meningkat. Biasanya setiap 5 hari sekali sekarang 3 hari sekali," tutur Budi lagi.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak lengah soal melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Seperti sudah disebutkan di atas, musim kemarau membuat air tergenang lebih tenang dan nyamuk berkembang biak lebih banyak.

Karena itu PSN harus tetap dilakukan, sebab gigitan seekor nyamuk bisa jadi bukan hanya sekedar menimbulkan rasa gatal yang membuat tidak nyaman, lebih jauh lagi ada beberapa penyakit lain yang mengancam keselamatan jiwa Anda, seperti malaria, chikungunya dan DBD.
Waspadalah…

#KemarauDanNyamuk #DBDMalariaChikungunya


Sumber Referensi: depkes.com
Title Tags Search:
See Also:
Sungguh Luar Biasa Manfaat Terong Untuk Kesehatan - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Sungguh Luar Biasa Manfaat Terong Untuk Kesehatan

Kita pasti sudah tidak asing dengan sayuran yang berwarna ungu satu ini. Iya itu adalah Terong. Kita tahu, Terong merupakan salah satu jenis sayuran bewarna ungu yang memiliki kandungan nutrisi yang s ... Read More »
Buah Pepaya Tak Kenal Maka Tak Sayang - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Buah Pepaya Tak Kenal Maka Tak Sayang

Siapa yang tak kenal dengan buah pepaya? Buah yang mudah tumbuhnya, hanya dengan menyebar bijinya insyaAllah tak berapa lama langsung tumbuh. Pepaya menyandang nama ilmiah Carica papaya ini, merupakan ... Read More »
Cara Menghilangkan Kebiasaan Anak Yang Suka Menghisap Jempol - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Cara Menghilangkan Kebiasaan Anak Yang Suka Menghisap Jempol

Setelah membahas akibat dan bahayanya jika anak suka menghisap jempol pada postingan sebelumnya. Kita lanjut membahas cara menghilangkan Kebiasaan Anak Menghisap Jempol tersebut.

Berikut adalah beb ... Read More »
Comment: (0)
No Comment.
Add Comment:
Post comment is currently disabled.
Bookmark and Share