AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Thu, 24 January 2019 - 07:45:26
Random News
Dirumah banyak orang yang memelihara hewan piaraan, terutama Kucing. Kucing yang lucu, aktif dengan ... Read More »
Published: Tue, 30 Jun 2015 - 04:26:26
Category: Islam
By: Dyta
Hits: 1/4744
Comments: 0/0
Hukum Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan

Hukum Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Ramadhan sudah memasuki fase pertengahan lalu apa kabar ibadah puasa yang anda laksanakan selama ini, bagaimana dengan niatnya? Untuk lebih menyempurnakan puasa anda, berikut ini kami sajikan bahasan tentang hukum niat puasa ramadhan.

Hukum Niat
Niat adalah rukun berpuasa sebagaimana pada seluruh ibadah. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya setiap amalan itu (syah atau tidaknya) tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan." (HR.Al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin Al-Khaththab)

Niat dalam ibadah, baik wudhu, shalat, puasa dan selainnya tidak perlu dilafazhkan. Ibnu Taimiah -rahimahullah- berkata, "Mengucapkan niat (secara jahr) tidak diwajibkan dan tidak pula disunnahkan berdasarkan kesepakatan kaum muslimin." (Majmu' Al-Fatawa: 22/218-219)

Dan dalam (22/236-237) beliau berkata, "Niat adalah maksud dan kehendak, sedangkan maksud dan kehendak tempatnya adalah di hati, bukan di lidah, berdasarkan kesepakatan orang-orang yang berakal. Walaupun dia berniat dengan hatinya (tanpa memantapkannya dengan ucapan), Maka niatnya syah menurut Imam Empat dan menurut seluruh imam kaum muslimin baik yang terdahulu maupun yang belakangan."

Maka sekedar bangunnya seseorang di akhir malam untuk makan sahur padahal dia tidak biasa bangun di akhir malam-, itu sudah menunjukkan dia mempunyai maksud dan kehendak dan itulah niat untuk berpuasa.

Waktu Berniat
Diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu Umar dan Hafshah radhiallahu anhuma bahwa keduanya berkata:
"Barangsiapa yang tidak memalamkan niatnya sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Daud no. 2454, At-Tirmizi no. 730, An-Nasai (4/196), dan Ibnu Majah no. 1700)

Hadits ini disebutkan oleh sejumlah ulama mempunyai hukum marfu', yakni dihukumi kalau Nabi yang mengucapkannya. Karena isinya merupakan sesuatu yang bukan berasal dari ijtihad dan pendapat pribadi.
Maka dari hadits ini jelas bahwa waktu niat adalah sepanjang malam sampai terbitnya fajar.

Hadits ini juga menunjukkan wajibnya berniat dari malam hari dan tidak syahnya puasa orang yang berniat setelah terbitnya fajar. Ini adalah pendapat mayoritas Al-Malikiah, Asy-Syafi'iyah. dan Al-Hanabilah. Dan ini yang dikuatkan oleh Ibnu Qudamah, An-Nawawi, Ibnu Taimiah, Ash-Shan'ani dan Asy-Syaukani.

Catatan:
Kecuali kalau dia baru mendengar kabar hilal ramadhan di pagi hari, maka ketika itu hendaknya dia berpuasa dan puasanya syah, karena tidak mungkin bagi dia untuk kembali berniat di malam hari.
[Al-Mughni: 3/7, Al-Majmu': 6/289-290, An-Nail: 4/196, dan Al-Muhalla no. 728]

Apakah Syah Berniat Di Awal Ramadhan Untuk Sebulan Penuh?
Pendapat yang menyatakannya syahnya adalah pendapat Zufar, Malik, salah satu riwayat dari Ahmad dan salah satu riwayat dari Ishaq.
Hal itu karena puasa ramadhan adalah satu kesatuan, sama seperti rangkaian ibadah haji yang cukup diniatkan sekali.

Sementara jumhur ulama berpendapat wajibnya berniat setiap malamnya berdalilkan hadits Hafshah dan Ibnu Umar di atas.
Mereka mengatakan: Karena jumlah malam dalam ramadhan adalah 29 atau 30 hari maka wajib untuk memalamkan niat pada tiap malam tersebut.

Yang kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang pertama, dan ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiah dan Syaikh Ibnu Al-Utsaimin.
Akibat perbedaan pendapat ini nampak pada satu masalah yaitu:
Jika seorang yang wajib berpuasa pingsan atau tidur sebelum terbenamnya matahai dan baru sadar atau bangun setelah terbitnya fajar kedua.

Maka menurut pendapat mayoritas ulama, dia tidak boleh berpuasa dan puasanya tidak syah walaupun dia berpuasa, sementara menurut pendapat yang kedua dia boleh berpuasa dan puasanya syah karena telah berniat di awal ramadhan.

Maka dari sini kami berkesimpulan bahwa yang kuat adalah pendapat yang pertama, yakni yang menyatakan bolehnya berniat di awal ramadhan untuk sebulan penuh, wallahu a'lam.
[Al-Mughni: 3/9, Al-Majmu': 6/302, Kitab Ash-Shiyam: 1/198-199, Asy-Syarhul Mumti': 6/369, dan At-Taudhih: 3/151]


Demikian semoga bermanfaat.

#HukumNiatPuasa #BulanSuciRamadhan
Title Tags Search:
See Also:
Dialog Dr Zakir Naik Dengan Sri Sri Ravi Shankar Tentang Konsep Tuhan Dalam Hindu Dan Islam - Bagian 1 - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Ini tentang dialog Dr Zakir Naik Dengan Sri Sri Ravi Shankar Dalam Topik "Konsep Tuhan Dalam Hindu Dan Islam" - Bagian 1. Bertempat di Bangalore di depan kerumunan 50000 hadirin lebih, di Grounds Pala ... Read More »
Tentang Puasa Dan Keutamaan Bulan Rajab - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Tahun ini, bulan Rajab telah ditetapkan jatuh pada hari sabtu 9 April 2016. Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dari bulan hijriah (penanggalan Arab dan Islam). Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad ... Read More »
Masih Ingatkah Hari Saat Kita Meminta Dan Allah Mengabulkannya - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Bismillah....
Masih ingatkah permohonan yang pernah kita pinta padaNya..
Dalam sujud yang tak istimewa.
Dalam sholat yang biasa saja,
dalam doa yang cuma seada-adanya.. .
Meminta berbagai hal kepe ... Read More »
Comment: (0)
No Comment.
Add Comment:
Post comment is currently disabled.
Bookmark and Share