AnekaNews.net


ANEKA TIPS INFORMASI DAN BERITA
Wed, 20 June 2018 - 22:08:21
Random News
Minuman yang berisi bermacam-macam buah ini biasanya menjadi penyegar di kala berbuka. Rasanya yang ... Read More »
Published: Thu, 17 Mar 2016 - 04:46:51
Category: Kesehatan
By: AnekaNews.net
Hits: 15/38508
Comments: 0/2
Awas Bahaya Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi KREK

Awas Bahaya Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi KREK - AnekaNews.net

AnekaNews.net - Terkadang saat leher terasa pegal, banyak orang menggerakkan lehernya sampai berbunyi "krek" atau "kretek". Dan ternyata kebiasaan ini sangatlah berbahaya. Memang, saat otot-otot leher terasa tegang dan kaku, menggeretakkannya, bisa membuatnya terasa ringan. Tapi, jangan pernah lakukan itu pada bagian leher. Karena leher memiliki struktur anatomi yang kompleks, areanya sempit, dan fungsinya vital.

Menurut penjelasan Dr.Wawan Mulyawan, spesialis bedah saraf, Sp.KP, di dalam leher terdapat beragam organ yang penting fungsinya.

"Misalnya di bagian depan ada kelenjar tiroid yang menyimpan hormon tiroid yang penting dalam metabolisme tubuh. Masih ada lagi esofagus atau trakea yang merupakan saluran masuk udara untuk pernapasan," kata Wawan.

Selain itu, di leher juga terdapat pembuluh darah utama ke otak. Makin ke belakang, terdapat struktur tulang belakang yang di dalamnya ada sumsum tulang belakang dan pembuluh darah ke otak.

"Semua organ-organ itu punya fungsi yang demikian penting. Tak salah kalau ada yang menyebut leher adalah jembatan kehidupan antara kepala dan tubuh bagian bawah," ujarnya.

Mengingat pentingnya organ-organ yang ada di leher, Wawan menyebutkan manipulasi atau menggerakkan leher secara berlebihan dapat berakibat fatal.

Ia menjelaskan, jika tulang leher patah, retak, atau dislokasi, maka tulang leher menjadi tidak stabil dan mebuat sumsum tulang di dalamnya tercederai.

"Yang tersering bukan patah, tetapi dislokasi atau melejitnya sendi yang menghubungkan antar tulang leher," papar dokter yang memiliki kompetensi di bidang tulang belakang ini.

Ada 7 ruas tulang leher dan masing-masing ruas dihubungkan oleh dua macam sendi, yakni bantalan tulang (diskus) dan sendi penyangga kiri dan kanan (prosesus artikularis superior dan prosesus artikukaris inferor, atau disebut juga facet).

Jika tulang dan sendinya melejit, maka hubungan persendian leher dan ruas tulang lehernya menjadi tidak stabil dan mencederai sumsum tulang belakang di dalamnya dan selanjutnya terjadilah kejadian fatal yang bisa sampai menimbulkan kematian.
Apalagi jika tulang leher sampai patah, tentu instabilitas itu menjadi lebih parah lagi dan bisa menimbulkan kematian yang lebih cepat lagi. Diitambah lagi robeknya pembuluh darah arteri vertebralis akibat tergores tulang leher yang patah itu.

Bunyi "krek"
Bila kita menggerakkan sendi leher sampai berbunyi "krek" menunjukkan telah terjadi manipulasi pergerakan sendi secara berlebihan.

"Bunyi krek itu tampaknya memang tidak terjadi dislokasi atau patah tulang leher, namun sebetulnya dengan makin sering digerakkan berlebihan, maka sendi lehernya bisa makin lemah dan menyebabkan tulang leher tidak stabil. Semakin bertambah usia akan muncul keluhan nyeri leher kronis," katanya.

Pada kasus yang menimpa Allya Siska, menurut Wawan pergerakan sendi leher yang berlebihan yang dilakukan terapisnya juga diikuti dengan dislokasi tulang dan sendi lehernya. "Bahkan mungkin terjadi retakan tulang belakang leher," imbuhnya.

Wawan menyarankan agar tidak menggerakkan leher secara berlebihan, baik oleh diri sendiri, tukang cukur, tukang pijat, bahkan oleh orang yang mengaku profesional dan mempunyai sertifikat khusus itu.

"Untuk masalah nyeri leher, punggung, atau nyeri pinggang, datanglah ke ahli profesional yang terdidik di rumah sakit, seperti spesialis saraf, bedah saraf, dokter ortopedi, dokter fisik dan rehabilitasi, bahkan tidak ada salahnya ke dokter umum atau fisioterpi," sarannya.


Sumber Referensi : tribunnews.com

Semoga bermanfaat.
----------
#tulang-berbunyi-ketika-bergerak
#penyebab-tulang-bunyi-kretek
#penyebab-tulang-berbunyi-saat-digerakkan
#cara-mengobati-pengapuran-sendi
#
Title Tags Search:
See Also:
Manfaat Lebih Dari Susu Kedelai Untuk Anak - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Memang sih, dominasi produk susu Sapi memang seolah menutup semua khasiat yang bisa diperoleh dari susu kedelai. Padahal seperti kita ketahui, kedelai merupakan sumber protein nabati yang sangat baik ... Read More »
Kenapa Makan Nasi Goreng Campur Timun Berbahaya - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Kamu pasti penasaran dan ingin tahu jawabannya khan? Apa alasannya kenapa makan nasi goreng pakai timun itu berbahaya, bukannya itu malah jadi seger? Ternyata ini alasannya.

Seperti halnya saya mun ... Read More »
Cara Alami Meluruskan Rambut - AnekaNews.net
AnekaNews.net - Jaman sekarang, banyak orang yang asal mula atau aslinya berambut ikal atau keriting pada di rebonding dengan pergi ke salon. Sebenarnya, jika anda khususnya perempuan yang memiliki rambut keriting, d ... Read More »
Comment: (2)
visit this link [Sun, 29 Apr 2018 - 10:47:42]
We are now launching our bounty campaign for
our ICO. Enterprise capital firms and in uncommon instances for public investors, they're granted equity for the
funding in the coin together with voting rights and dividends.
If the money raised does not fulfill the minimal funds needed by the corporate,
the money is returned to the backers and the ICO is taken into account
to be not successful. Maybe the best characteristic of an ICO is that the tokens are thought-about liquid, in contrast to investing in conventional start ups,
where investor cash can be tied in for years.


However ICOs differ from crowdfunding as a result of the backers of the previous are encouraged by a possible
return of their financial investments, while the funds raised
in the latter campaign are basically contributions. Most ICOs are scams and most cryptocurrencies (apart
from Bitcoin, altcoins”) are shit coins. These funding rounds are sometimes referred to as donations” or presale
View All Comments
Add Comment:
Name* :
Url :
Comment*:
[BB Code] [Smiley]
Code*: 16389
Bookmark and Share